Tips Tepat Memilih Investasi Properti

Sektor Riil
16
0
sample-ad

Fokushukum.com, Jakarta – Bukan hanya sebagai kebutuhan primer, tapi keberadaan properti kini sudah mulai menjadi alternatif investasi yang menjanjikan. Contoh yang paling sering ditemui berupa investasi sewa apartemen, rumah, ruko, kios hingga sewa lahan. Pakar Investasi Properti, Margiman pun menilai bahwa sebelum menanamkan modal untuk berinvestasi terutama properti, Investor harus mengetahui beberapa alasan utama orang berinvestasi di sektor ini.

“Yang pertama adalah permintaan properti di lokasi yang strategis umumnya lebih besar dari persediaan. Luas tanah di muka bumi ini akan selalu tetap dan untuk menjadikan suatu lokasi menjadi strategis dibutuhkan waktu yang panjang and biaya yang sangat besar (misalkan untuk membuat akses tol, jalur MRT/LRT). Sementara disisi lain jumlah penduduk dan kebutuhannya tentu akan mengalami penambahan. Maka dari itu, ketersediaan properti di lokasi strategis yang terbatas ini memiliki nilai yang yang terus meningkat,” jelas Margiman.

Alasan yang kedua adalah investor bisa mendapat dua jenis potensi keuntungan. “Satu, keuntungan modal atau capital gain dari kenaikan nilai propertinya. Keuntungan ini baru akan diperoleh saat investor tersebut menjual propertinya di waktu yang tepat. Keuntungan kedua didapat dari pemasukan tahunan sewa propertinya atau pendapatan lainnya yang berasal dari properti tersebut. Atau yang biasa disebut keuntungan arus kas atau cash flow,” tambah pria asal Bandung ini.

Selain itu, alasan berinvestasi di sektor properti adalah potensi untuk melakukan leverage. Artinya investor dapat melipatgandakan keuntungannya dengan menggunakan modal yang jauh dibawah nilai propertinya. Misalkan, saat ada peluncuran produk baru, seringkali developer memberikan cara bayar yang ringan, seperti cicilan uang muka kemudian pelunasan. Jadi investor bisa saja hanya mengeluarkan modal 20% untuk kemudian mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai propertinya saat dialihkan ke pembeli lain.

“Contoh lain, karena luas lahan di lokasi yang strategis terbatas maka investor yang sudah memiliki properti di lokasi tersebut bisa meningkatkan nilai aset yang dimiliki dengan hanya menambah luas bangunannya. Misalkan rumah satu lantai menjadi dua lantai. Maka otomatis keuntungan dari menyewakan properti tersebut pun akan bertambah,” kata pria yang sudah 30 tahun menggeluti bidang properti ini.

Di luar tiga alasan tersebut, yang perlu dipahami juga adalah model bisnis properti merupakan investasi jangka panjang. Artinya, sang investor perlu beberapa waktu untuk dapat menikmati keuntungan dari investasinya ini.

Tak hanya memerlukan waktu yang cukup panjang, bisnis properti juga butuh modal yang tidak sedikit. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menggeluti bisnis atau berinvestasi di bidang properti, sebaiknya investor memerhatikan beberapa tips yang penting ini.

Tips pertama, carilah potensi lokasi yang strategis. “Faktor utama yang mendorong peningkatan nilai properti dimulai dari letak lokasi yang dipilih. Salah satu indikator lokasi yang strategis, adalah pertumbuhan permintaan di lokasi tersebut. Perlu diperhatikan hal-hal unik di lokasi tersebut yang menyebabkan pertumbuhan permintaan tersebut, misakan akses tol, keberadaan fasilitas Pendidikan yang favorit, ketersediaan transportasi umum yang nyaman dan sebagainya

Tips kedua, perhatikan kontinuitas pengembangannya dimasa depan. “Selain lokasi, faktor selanjutnya yang menentukan bertahan lama tidaknya bisnis properti adalah rencana pengembangan suatu wilayah di masa depan. Bisnis dikatakan bisa bertahan dalam jangka panjang jika dianggap bernilai dan memertimbangkan rencana pengembangan di masa depan. Misalnya, wacana akan diadakannya pelebaran infrastuktur jalan atau pembangunan fasilitas umum atau bahkan perencanaan untuk pengembangan menjadi kota baru mandiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa investor harus peka mengetahui selera pasar. Investor harus pintar-pintar mengetahui selera pasar. Contohnya, mengetahui tren apa yang sedang berkembang dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Sehingga, produk properti yang ditawarkan sesuai dengan trend tersebut dan diminati oleh banyak orang.

Selain itu, tips berikutnya adalah kenali pesaing. “Tak kalah pentingnya, investor juga harus mengenal baik siapa kompetitornya. Untuk dapat bersaing secara sehat tanpa menghalalkan segala cara, investor harus menggali informasi penting seputar kekuatan dan kekurangannya misalkan menggunakan metode SWOT. Dengan demikian agar investor tidak tertinggal dengan pesaing dalam menawarkan propertinya” tambah Margiman.

Tips tambahan yang sering terlupakan adalah mengevaluasi rencana dari investasi tersebut. “Sejauh mana rencana tersebut masih relevan dengan situasi yang ada. Misalkan satu lokasi di masa lalu sangat strategis dan diminati banyak pembeli. Namun arah pengembangan kota atau hadirnya investor besar di lokasi lain, menjadikan lokasi tersebut menjadi kurang strategis. Maka Investor harus berani melakukan switching dari properti yang dimilikinya dengan properti yang memiliki potensi yang lebih baik di masa mendatang.

Misalkan, dalam konteks investasi di Batam, Nuvasa Bay yang dikembangkan oleh Sinarmas Land diposisikan sebagai the new face of Batam. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bahwa Nuvasa Bay Batam sebagai salah satu potensi investasi properti pilihan yang menguntungkan dimasa mendatang. (*)

sample-ad

Facebook Comments