Wapres Jusuf Kalla dan Menteri ESDM Jonan Tugaskan Geo Dipa Garap Panas Bumi Baru

Ekonomi
275
0
sample-ad

Fokushukum.com, Jakarta – PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi mendapatkan penugasan untuk menggarap dua wilayah kerja panas bumi (WKP) yaitu Arjuno Welirang dan Candi Umbul Telomoyo disaksikan oleh Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kala.

Penugasan pengelolaan dua WKP tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada pembukaan acara The 5th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2017, Rabu lalu (2/8/2017).

Jonan mengatakan bahwa saat ini PLTP yang beroperasi masih jauh dari potensinya, baru mencapai sekitar 1.700 MW sedangkan potensi panasbumi itu sekitar 28.579 MW.

Direktur Utama Geo Dipa Riki Ibrahim pada acara upacara resmi penyerahan yang disaksikan oleh Wakil Presiden RI, M.Jusuf Kala menyampaikan WKP Arjuno memilki potensi sumber daya sebesar 180 MW sedangkan diperkirakan cadangan terbukti WKP Candi Umbul Telomoyo dapat sebesar 110 MW.

“Kami sebagai satu-satunya BUMN yang fokus bergerak dalam pengembangan Energi Terbarukan, yang khususnya Panas Bumi berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik–baiknya, karena amanah dari pemegang saham ini kami yang harus berkontribusi untuk mencapai target pemerintah sebesar sekitar 7000 MW di tahun 2025,” katanya.

Selain mendapatkan penugasan 2 WKP, Geo Dipa juga melakukan penandatanganan berita acara penyerahan MOU mengenai pengembangan Candradimuka, WKP Dieng dengan Dirut PT PLN (Persero). Geo Dipa juga anak perusahaan PLN dan untuk menyediakan uap panas itu menjadi tanggung jawab GeoDipa karena tenaga akli dan pengalamannya sejak tahun 2002.

Dalam Pembukaan IIGCE kemarin oleh Wakil Presiden RI, M.Jusuf Kalla, mengatakan bahwa pengembangan Panas Bumi harus segera agar kelak disaat harga energi fosil tinggi, Indonesia sedikit banyaknya tidak terlalu bergantung dengan Fosil.

Semoga IIGCE menghasilkan diskusi yang baik mendukung pengembangan teknologi yang efisien, cepat, dapat memenuhi TKDN dan juga masuk pada standar yang baik serta lebih ekonomis dari teknologi yang sudah ada, demi akselerasi penggunaan energi panasbumi di Indonesia. (agd)

sample-ad

Facebook Comments